Opini Sarilamak

Disni adalah halaman opini dunsanak2 kasadonyo untuak kemajuan kampuang kito sarilamak tacinto, kalau ado ide, buah pikiran ataupun bagi dunsanak2 yang nio curhat mengenai kampuang kito, silahkan kirimkan tulisannya keredaksi kami, mohon data diri dilengkapi kalau bisa dengan photo

redaksi

Jumat, 30 Januari 2009

Sarilamak jantung hatiku

Pagi itu pesawat Garuda yang saya tumpangi take off dengan mulusnya meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta terbang menuju Bandara MIA di Padang. Penumpang kelihatannya penuh. Saya duduk di pinggir gang sebelah kanan. Diisamping kananku duduk seorang Bapak kira-kira sepantaran saya. Sebetulnya saya malas lho terbang pada hari itu. Badan saya ini pegal-pegal karena baru sampai dirumah kira-kira jam 11 malam habis mengitari kota Jakarta. Tapi apa boleh buat karena sudah janji dengan seseorang, rasa capek ini hilang.

Pertemuan dengan klien saya tersebut tidak lebih dari 2 jam. Setelah semuanya beres,penawaran saya disetujui, uang muka diserahkan kepada saya lalu saya berangkat ke kota Sarilamak tempat dimana saya berasal. Tiga jam dari Padang menuju Sarilamak merupakan waktu yang tidak terlalu lama. Karena di Padang Panjang kami berhenti dahulu untuk mengisi kampung tengah ini. Kira-kira jam 2,30 sore saya sudah sampai di Kampung Koto Sembilan Sarilamak.

Ada rasa bangga dihati ini melihat Sarilamak yang sudah diresmikan menjadi ibukota Kabupaten 50 Kota. Kantor Bupati berdiri dengan megahnya diatas tanah orangtua saya yang sudah dijual untuk pembangunan gedung Kantor Bupati Kabupaten 50 Kota.

Kalau kita memutar balik jarum jam kembali kebeberapa puluh tahun yang lalu, Sarilamak yang sekarang sudah sangat jauh bedanya dengan Sarilamak sekarang. Dahulu kita tidak berani keluar rumah.. Takut ditangkap oleh siraja hutan. Sehingga uang tidak laku pada malam hari. Kita hanya bisa mendengar bunyi jangkrik,katak bernyanyi. Kalau mau kepasar, kita harus naik bendi. Yang lebih terkenal waktu itu bendi Rajo Amia.

Sekarang? Wah........wah........wah.

Sore menjelang magrib, buruh bangunan kantor Bupati pulang ketempat pemondokannya. Kebetulan rumah etek saya dikampung Koto Sembilan disewa oleh para buruh tersebut. Ada kira-kira 10 orang.

Saya cobalah ngomong dengan dialek Sarilamak dengan mereka.

“Ora iso pak kami ngomong Sarilamak “

“Kami wong Jowo”

Ha? Orang Jawa? Pemuda sarilamak mana? Yang katanya kuat-kuat dan rajin bekerja.

Pertanyaan ini terus menggelayut dibenak saya. Pemuda Sarilamak kan masih banyak tinggal di kampung ini, Setahu saya mereka kebanyakan masih belum bekerja

Akhirnya pertanyaan saya terjawab sudah. Keesokan harinya waktu saya melewati simpang tigo menuju Koto Kociak arah ke Harau, di pajak (warung minuman) saya melihat sebagian anak muda lagi sedang minum kopi , disudut kanan pajak tampak beberapa orang anak muda sedang asyik maota tentang artis. Padahal pagi itu sudah diatas jam 8.

Sedih rasanya hati ini. Kalau begini terus kapan kampung kita ini akan maju. Saya beranggapan mereka itu tidak salah. Kita-kita inilah yang kurang memperhatikan mereka, yang kurang memotivasi mereka. Buktinya mereka di Jawa bekerja dengan rajin. Meskipun pekerjaan mereka juga buruh.

Apakah mereka malu bekerja sebagai buruh dikampung sendiri?

Saya khawatir sekali. Mungkinkah dikampung kita Sarilamak ini suatu saat nanti anak mudanya sudah tidak ada. Karena pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Sementara orangtuanya sudah pindah rumah agak kedalam kampung karena rumah dan tanahnya sudah dijual kepada para pendatang.

Saya mendambakan adanya salah seorang dari kita putra Sarilamak yang punya wawasan dan peduli dengan kampung halaman kembali kekampung untuk membangun nagari tercinta. Tidak hanya kota Sarilamak tetapi juga Kabupaten Lima puluh Kota.

Alangkah bangganya kita bila salah seorang putra Sarilamak dipercaya oleh rakyat se Kabupaten 50 Kota untuk didahulukan selangkah ditinggikan seranting guna membangun tidak hanya kota Sarilamak tetapi juga Kabupaten Lima Puluh Kota. Sehingga orang tidak akan melihat sebelah mata lagi dengan kita karena selama ini di Sarilamak ada pameo “Kalau indak pandai mancemeeh, itu bukan orang Sarilamak”

Tapi masalahnya sekarang SIAPA YA?


ditulis oleh:

H.HARYONO

Jl.Raya Bogor km.37

Vila Pertiwi Blok J2 no.13 RT.02 RW.15

Sukamaju-DEPOK (16415)

Email : delfano@indosat.net.id

Senin, 21 Juli 2008

Yayasan Perantau Sarilamak Bersatu

Dikutip dari email
Sent : Cham,Erwin
Mon 7/21/08 7:02 AM
Alhamdulillah....kayaknyo penggalangan informasi makin iduk!..sonang pulo hati kiro2...
Kito maju toruh lah dengan pola investasi tuh...dan kalau mau bersifat Private/sorang sorang, jadih juo..
Molah kito mulai ketek2 dengan target indak usah terlalu tinggi (bisa2 domam bako..he he he)..

Molah kito pakai fasilitas email ko untuk menunjuak penguruh; awak ado usul (tapi silahkan di robah karena keterbatasan awak satontang kenal mangenal jo dunsanak2)

"Yayasan Perantau Sarilamak Bersatu" (YPSB) (apo lai sotuju kiro2??)..

Komisaris : (Job desc; lebih bersifat penasihat, pembimbingan, pembina dan menjembatanin team pekerja dengan nan tuo2 di kampuang) Kito kok salah2 kecek, bisa baserak serak langkah kito..he he he..
A. Bang Azwir Sofyan..
B. Bang Herman Suherman
C. Om Irsal Patopang

Ketua:.Bang Edward.............(Nan dari Duri atau PKU andak nyo) Job desc; lobiah ko koordinasi perputaran pitih..
Bendahara (perantau): Abu Zaid Nurijas (Job desc; sebagai main account (account utama) sodo dari donatur.
Bendahara (Kampung) :.Erpal??..................(samo diateh, tapi dari donatur ke si peminjam

Team Website: Hadi, Mardal, .....(job desc; tukang koba, nan rancak, nan elok & membuka kotak saran pendapat dari awak samo awak

Team Penggalang Dana: (Wakil2 dari Jakarta (2) , Balikpapan (1), Jawa barat (2), Jawa Timur(1), Duri & Minas(4), Rumbai & PKU (2), sumatra barat (1))
Haryono
Sufrancis Papang
Erwin Cham
Haryono
.......
.......
......
........

Team Evaluasi Pinjaman & Collector: ( 5 orang) Job desc; evaluasi si peminjam, cara pengembalian, dan pengawasan.
Om Yas
Om Ume
Papa Cham..
...
...

Please welcome dengan saran2 tambahan..
Si Win.

Pe-eR bagi urang sarilamak


dikutip dari email
From: Cham, Erwin Sent: Thursday, July 17, 2008 11:13 AM

to kona kona di bawah iko isu2 nan di tangkok dari carito kampuang awak;
  1. sarilamak termasuk area development untuak Kabupaten
  2. Banyak dan bakal banyak pengembangan pembangunan di daerah Sarilamak dan sekitar nya.
  3. Kantua bupati togak, nan kito2 urang sarilamak jadi tukang parkir jo cleaning services sajo.
  4. Tanah2 mulai di kuasai oleh orang2 diluar sarilamak.
  5. Pembangunan masjid; lambek tapi jalan toruh...bagaimana dengan (jika) berdiri masjid PEMDA?
  6. Apa yang terjadi dengan sarilamak 10 tahun ke depan?? apakah kita menjadi Betawi jilid 2?? akan terlemparkan dan menjadi orang2 pinggiran
  7. Low education? pengangguran tinggi di angkatan kerja di sarilamak? Lahan subur, pertanian merupakan pendorong utama.
  8. Kesiapan kita menghadapi pendatang2
  9. Keturunan sarilamak (perantau2) yang berpengalaman di berbagai bidang
  10. Apakah semua persoalan hanya berupa uang yang menjadi jalan keluar? bagaimana dengan pendidikan?
  11. Apakah benar di sarilamak kebanyakan pengangguran lulusan SMA? atau kah SMP?
  12. Orang2 kebanyakan di sarilamak masih pada taraf "banyak cime eh" dari bekerja??
  13. Banyak yang mau bekerja tetapi raso takuk/raso malu kena "Cime eh", apa betul?
  14. Bagaimana kita menjaga tanah kita?
  15. Para perantau yang tidak response atau tidak peduli dengan kampung..?
  16. Apakah bisa di kembalikan fungsi masjid sebagai pusat komunikasi atau kah perlu wadah lain??
  17. Apokah kito betul2 porolu modal yang besar (uang) untuak kampuang? apakah itu jalan kelua? lebih baik pancing atau ikan??
  18. Sarilamak bagi awak identik dengan New York!, begitu ado di kota gadang bisuak olah pulo ado di sorilomak...apo lagi yang negative; NARKOBA..apokah kito pernah tau? atau pura2 indak tau??
  19. Apokah kito punyo tokoh2 anak mudo? karang taruna? Nan ado di kampuang.
  20. Ba apo komunikasi orang tuo versus anak mudo di kampuang kito?

Catatan; Gorah2 kito di email ko (mungkin) indak ka ma ubah sarilomak doh..indak pulo ka ma ubah dunia doh…tapi kok ado tatimbua raso "care" saketek atau raso paduli sajo….itu kito lah monang!..

Salam